Cerita Seks Pengalaman Saat KKN Kampusku

Bookmark and Share
Cerita Seks  ini merupaka pengalaman cerita seks saya yang perbah terjadi pada tempo dulu. Aku sengaja menulis karena aku pengen berbagi dengan teman sekalian yang suka membaca cerita sex. Pengalaman ini terjadi saat aku masih duduk dikapusku disalah satu kota MM yang tidak bisa aku sebutin. Cerita  sex ku  ini terjadi ketika aku melakukan tugas kampus yang biasanya disebut dengan KKN. Memang saat itu merupakan sebuah pengalaman KKN kampus yang tidak aku bisa akulupakan walaupun saat ini aku sudah memiliki suami. Inilah ceritanya semoga tambah manfaat saja yang masih muda.
Mentari pagi belum menunjukan sinarnya di ufuk timur tetapi para ayam telah berkokok dengan lantangnya seakan berusaha membangunkan setiap penghuni rumah. Begitu juga diriku yang terbangun mendengar kokok ayam yang begitu keras.
Aku memang terbiasa bangun sedikit lebih pagi. Hal ini aku lakuakn agar tidak mengantri untuk mandi pagi.
Aku melihat jam di dinding menujukan puku 04.30 WIB Aku berlalu mengambil handuk yang tergantung di jemuran depan teras rumah dan berjalan dengan sedikit sempoyongan (karena masih ngantuk) ke arah kamar mandi. Tidak berapa lama kemudian terdengarlah suara air yang menandakan aku sedang mandi.
Entah ada apa dengan diriku saat itu, aku merasa lemas, lesu, dan sedikit tidak semangat. Padahal hari ini jam 10.00 WIB aku harus berada di balai desa untuk men-demo-kan masakan hasil eksperimen-ku. Aku benar-benar tidak semangat. Mungkin karena selama beberapa hari ini aku harus mengforsir tenagaku untuk melayani para wanita yang ingin ML sama aku. Sehingga hari ini badanku benar-benar lemas.
Selesai mandi aku menuju ke dapur untuk membuat teh hangat dengan harapan aku akan merasa lebih baik setelah minum secangkir teh hangat.
Di dapur aku bertemu dengan Lina, “Hai Mich, kok lemes gitu. Kamu sakit ya?” Tanya Lina cemas.
“Nggak tau nih Lin. Badanku rasanya lemes banget”
“Kalau gitu kamu istirahat aja. Biar yang lain yang nyiapin bahan buat nanti dibawa ke balai desa”
“Nggak deh. Kalau nggak ada aku nanti yang lain nggak semangat, trus gagal deh acaranya. Sayangkan kalau sampai gagal”
“Michael, Michael, Kamu itu baik banget ya. Padahal belum tentu yang lain bakalan mikirin kamu, tapi kamu begitu perhatian sama anggota kelompok. Aku makin sayang sama kamu. Muuachh” jawab Lina sambil mencium bibirku.
“Thanks ya Lin”
“Ya udah kalau begitu aku bantuin”
Akhirnya kami berdua mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan untuk demo di balai desa nanti siang.
Setelah semua kebutuhan telah dipersiapkan aku mengangkut semuanya ke dalam sebuah mobil pick-up salah satu warga. Tetapi setelah semua barang kebutuhan telah terangkut kepalaku terasa pening dan akhirnya aku jatuh pingsan.
Aku terbangun disebuah kamar yang cukup sempit tetapi cukup untuk istirahat. Aku berusaha kembali mengingat apa yang terjadi pada diriku. Ketika aku berusaha berpikir kembali pintu kamar tersebut dibuka oleh seseorang yang ternyata adalah Lina.
“Michael kamu sudah sadar? Ya ampun kamu itu bikin aku panik deh. Untung ada Andra dan yang lainnya yang angkat kamu ke sini.”
“Maaf Lin kalau aku buat kamu panik”
“Ya sudah. Gimana keadaanmu ? Usah agak baikan ?”
“Iya, udah agak baikan. Sepertinya hanya karena kurang istirahat aja”
“Oya acara demonya gimana? Aku mau kesana aja” Kataku teringat akan suatu event yang penting.
“Udah di tangani sama yang lain. Kamu tenang aja”
“Nggak bisa begitu. Aku ketuanya, jadi aku harus ada disana”
“Ya sudah, tapi biar aku antar ya. Aku khawatir kalau kamu kesana sendirian”
“Thanks ya Lin” jawabku sambil mencium pipinya.
“Kalau begitu aku mau ganti baju dulu. Kamu keluar dulu deh”
“Ngapain keluar. Aku disini kan nggak apa-apa. Masa kamu masih malu setelah apa yang selama ini kita lalui bersama”
Benar juga, ngapain aku malu toh Lina sudah sering liat aku telanjang.
Akhirnya aku langsung melepas pakaianku didepan Lina dan saat aku akan melepas celanaku, “Tunggu Mich, Biar aku yang melepas celanamu” minta Lina kepadaku. Lina pun dengan lembut menurunkan celana ku sambil mengusap Penisku dari luar celanaku. “Ooohhh….. Lina, apa yang kamu lakukan”
“Tenang aja Mich, aku Cuma ingin oralin kamu aja kok” jawab Lina dengan tenang dan melajutkan menurunkan celana dalamku. Setelah celana dalamku terlepas maka ,muncullah benda kegemaran para wanita. Penisku yang telah tegak berdiri tersaji didepan mata Lina. Tanpa menunggu perintahku, dijilatnya kepala penisku kemudian diciuminya batang penisku se sexy mungkin. Tatapan mata nakalnya kearahku benar-benar membuatku bergairah. “Aaahhh….. Lina, enak banget. Ooooohhhh…”
Mendengar desahanku Lina kemudian mulai mengocok penisku. Makin lama makin cepat kocokannya.”Terus Lin, Oooohhhh…..” Desahku kembali.
Lina mengkombinasi kocokan tangannya dengan kuluman mulutnya di kepala Penisku. Benar-benar kombinasi yang tiada duanya sampai akhirnya “Oooohhh….. Lin….. aku…. nggak kuat……Aaaaahhhh……” Croooott….. Crooott…. Aku orgasme didalam mulutnya. “Yummmy…. Spermamu emang yang paling enak Mich”
Aku langsung berganti pakaian dan kemudian pergi menuju ke balai desa dengan diantar pakai motor oleh Lina. Sesampainya disana aku disambut oleh beberapa teman-teman.
“Mich kalau masih sakit nggak usah datang. Kamu istirahat aja biar bagian ini kami yang kerja. selama ini kan kamu yang kerja. Sekarang giliran kami yang yang kerja” kata seorang anggota divisiku. “Thanks guys. Aku sudah nggak apa-apa kok. Aku yang memulai, maka harus kau juga yang mengakhiri. Aku nggak mau hanya tidur di base camp sedangkan teman-teman yang lain sedang kerja keras. Setidaknya aku harus tau bagaiman acara ini akan berakhir” jelasku.

Dan saat aku mulai masuk keruang pertemuan, sang MC langsung menyambutku.
“Para hadirin sekalian mari kita sambit, eh maaf mari kita sambut ketua divisi porduksi, Michael. Mari kita beri tepuk tangan atas kerja kerasnya dalam menciptakan makanan yang kita demo-kan pada hari ini” kata sang MC yang tak lain dalah ketua kelompokku si Andra. Sejenak tempat pertemuan tersebut menjadi riuh oleh tepuk tangan para warga desa yang datang. Aku yang mendapat tepuk tangan tersebut serasa seperti seorang presiden yang sedang berkunjung ke suatu daerah.

Selesai acara tersebut aku tidak ikut rombongan untuk kembali ke base camp untuk istirahat. Sebab aku harus memberikan laporan kepada Bapak Kades dan para staff-nya tentang acara demo kali ini dan mengundang Bapak Kades dan para staff untuk menghadiri acara pameran hasil para mahasiswa KKN se-universitas di sebuah pantai dekat dengan desa yang kami tempati. Setelah menyelesaikan semua laporan tersebut aku kambali pulang menuju base camp dengan berjalan kaki. Karena aku merasa aku sudah kembali sehat setelah melihat acara demo tersebut yang aku pikir berakhir dengan sukses dan memuaskan Sesampainya di base camp aku langsung menuju ke kamar tempat aku berbaring tadi yang terletak di sebelah dapur, aku melihat seorang gadis yang sangat aku rindukan sedang bercengkrama bersama para anggota lainnya. Dia adalah kekasihku Desy.
Begitu melihatku telah kembali, dia berlari kearahku dan langsung memelukku dengan erat. “Mas, aku kangen banget sama kamu” itulah kata pertama yang keluar dari mulut Desy.
“Aku juga kangen sama kamu, sayang” jawabku sambil balas memeluk tubuhnya dan langsung mencium keningnya. Tindakanku itu mendapat respon yang hebat dari teman-temanku. dengan bersorak ‘cuit…. cuit…. duh yang udah lama nggak ketemu langsung pelukan. nggak inget ya ada orang lain disini’. Hal itu aku tanggapi dengan senyuman. Aku sih nggak peduli apa yag orang lain katakan. Bagi ku kalau aku sudah bersama dengan orang yang aku sayangi dunia berasa milik berdua. Sedangkan yang lain cuma ngontrak.
Dibalik tawa canda teman-teman aku melihat Lina. Raut wajahnya seprtinya sedih tetapi sebisa mungkin dibuat tertawa. Aku merasa bersalah terhadap Lina. Aku nggak tau apa yang harus aku lakukan.
“Sudah sana kamu istirahat aja dulu ntar pingsan lagi” kata salah satu temanku.
Aku menarik tangan Desy masuk kedalam kamar yang ada di dapur tersebut dengan kembali diringi sorakan teman-teman.
Sesampainya didalam kamar aku tarik tangan Desy untuk ikut rebahan di kasur. Aku ciumi wajah Desy melampiaskan setiap kerindanku padanya. Begitu juga dengan Desy di berusaha melayani setiap cumbuanku dengan tak kalah nafsunya. Kami berdua sudah tak memperdulikan dimana kami saat ini. Yang pasti kami ingin melampiaskan segala kerinduan kami.
Aku buka seluruh pakaianku sehingga aku telah bugil di depan Desy.
“Aku bener-bener kangen dengan tubuh mas Micheal. Terutama penis yang satu ini” kata Desy sambil mulai mengelus-elus penis-ku dengan sangat lembut.
Sambil Desy mulai mengocok penisku, aku mulai membuka pakaiannya. Dan terkejutlah diriku ketika mengetahui bahwa Desy tidak memakai Bra dan CD.
“Kenapa, mas kaget ya. Aku memang tadi nggak pake daleman. Soalnya aku sudah kepingin banget ML sama mas Michael”
Aku rebahkan diriku disamping Desy, sedangkan Desy mulai menindihku dan memutar tubuhnya jadi membelakangiku sehingga kini kami dalam posisi 69.
Desy mulai mengulum kepala Penisku sedangkan aku mulai menjilati bibir Vaginanya.
“Mmmmhhh…..Hhhmmm…..” suara desahan Desy mulai terdengar.
“Uuuhhh… yeah…. Mmmmhhh…..” Desah ku tak kalah nikmatnya. Semakin lama aku merasakan kuluman Desy pada Penisku begitu cepat dan sedotan pada Penisku pun semakin lama semakin kencang. Aku yang tak mau kalah dengan Desy, memasukan 2 jariku (jari telunjun dan jari tengah) kedalam Vagina Desy yang sudah mulai basah sedangkan jempolku mempermainkan clit-nya.
“Aaaaahhhh……. Enak Mas, Uuuuhhhh….. Aaaaahhhh…..” jerit Desy yang sekejap melepaskan Penisku dan langsung berteriak dengan keras merasakan kenikmatan yang dirasakannya. Kami tidak lagi menghiraukan apakah teriakan dan desahan kami terdengar oleh anggota kelompok yang lain. Yang kami inginkan adalah menikmati setiap kenikmatan yang kami ciptakan.
Semakin lama kami semakin liar, saling merangsang daerah sensitif kami berdua. Desy dengan kuluman dan sedotannya pada Penisku dan aku dengan permainan jari dan lidahku pada Vaginanya. Sampai kurang lebih 5 menit kemudian, “Aaahhh…. Desy…. Aku….. Keluar…… Aaaaahhhh……”
“Hhhmmmm….. Oohhhmmm….” Balas Desy dan akhirnya Croooottt….. Croott…. Crrooot…. Spermaku meluncur deras ke dalam mulut Desy. Sementara tanganku juga merasakan sesuatu yang hangat yang mengalir deras dari dalam Vagina Desy. Ternyata dia juga telah mencapai orgasmenya. Aku tak ingin menyia-nyiakan cairan yang keluar dari vagina Desy. Akuberusaha menampung semua cairan yang keluar dari Vaginanya dan meminumnya. Rasanya benar-benar sulit dijelaskan. Tapi yang pasti aku suka. Setelah itu aku jilati Vaginya untuk membersihkan vaginanya dari sisa orgasmenya.
Desy juga melakukan hal yang sama seperti apa yang aku lakukan. Dia meminum spermaku dan menjilati setiap bagian Penisku hingga bersih.
Setelah bersih kami beciuman sambil rebahan di kasur.
“Selama di rumah aku nggak bisa tidur mas. Aku selalu memikirkan Mas Michael. Aku merasa jahat banget kepada mas Michael karena ninggalin mas Michael sendirian disini. Maafin Desy ya mas” kata Desy membuka percakapan.
“Sudahlah nggak usah dipikirin. Lagian kamu pulang kan karena ortu-mu juga kangen sama kamu. Memang sih aku agak kesepian, tetapi sekarang kamu kan sudah ada disampingku lagi.” Jawabku.
“Terima kasih ya mas. Aku cinta dan sayang banget sama Mas”
“Aku juga sayang sama kamu Desy”
“Kalau gitu, sekarang mas buktiin sayang mas sama Desy. Desy udah kepingin di entot sama Penis Mas”
Tanpa menunggu permintaan kedua aku menindih tubuh Desy dan mencium bibirnya dan merambat ke pipi, belakang tellinganya, turun ke lehernya dan terakhir ke bahunya
“Mmmmhhh….. Aaauuuuwwww…… Geli mas”
“Tapi enakkan”
“Enak banget mas. Terusin dong.”

Aku kembali menciumi lehernya dan turun ke payudaraya yang ranum. Aku kulum payudara sebelah kirinya dengan sesekali aku jilat dan gigit lembut putting payudaranya sementara payudara sebelah kanannya aku remas lembut secara bergantian.
“Oooouuuhh…. Nikmat mas. Aaaaahhhh….. Terus……. Aaaahhh……. Yeeeesss…..”
Mendenngar desahan Desy membuat nafsuku meninggi. Aku pinahkan tanganku yang tadinya meremas payudaranya kini terus menuju kearah vagiannya. Dan ketika sampai di Vaginanya aku masukan kembali jari tengah dan jari jari telunjukku ke dalam vaginanya.
“Uuuuhhhhhh….. Mas…… Nikmat banget……. Oooohhhh…..” desah Desy.
Tangan Desy tidak mau tinggal diam. Tangannya mulai mencari Penisku dan segera mengocoknya dengan penuh nafsu. Kadang Penisku diremas ketika jariku menyentuh titik rangsangnya.
“Mas aku sudah nggak tahan nih. Entotin aku ya mas. Aku pingin ngerasain Penis mas di Vaginaku”
Aku memposisikan Penisku di depan Vaginanya dan mulai menekan masuk kedalam Vaginanya. “Aaaaahhh….. Mas….. Enaaaakkk…. Aaaaahhhh….. genjot sekarang mas, Oooohhhhh….. Entotin Desy mas……. Ohhhh…. Yeeahh….. Mmmhh…terus….. puasin desy mas….. Aaaaahhh…..” jerit Desy membahana ke seluruh ruang.
Aku semakin bersemangat mendengar desahan desy yang seakan mamotifasiku untuk terus menggerakkan pinggulku makin lama makin cepat. Kurang elbih 15 menit kemudian, “Oooohhh…. Desyyy…. Aku…. Keluar…..Aaaahhhh……”
“Aku…. Juga…. Mas….. Aaaahhh……” Croott….. Croottt….. Crooottt…. Kami orgasme secara bersamaan.
“Wow…… Enak banget sayang”
“Iya bener-bener nikmat banget” sahutku.
Setelah nafas kami mereda dan mulai terkontrol kembali, aku merebahkan diriku disamping Desy. Benar-benar suatu kenikmatan yang tak tertandingi. Aku benar-benar puas. Dam beberapa saat kemudian kami telah tertidur dengan pulas dengan bertelanjang tanpa ada kain yang menutupi badan kami berdua.
Aku terbangun saat waktu telah menunjukan jam 17.00 WIB. Aku melihat Desy yang tidur dengan wajah penuh kebahagian. Harus aku akui bahwa walaupun aku telah ML dengan wanita laim tetapi aku tetap rindu akan kehangatan tubuh Desy. Mungkin karena aku telah merasakan keperawanannya ? atau inikah yang dinamakan cinta yang sesungguhnya ? Yang pasti aku selalu merindukannya setiap waktu.
Aku belay rambut Desy yang sepanjang bahu. “Benar-benar cantik gadis satu ini. Membuat setiap laki-laki menginginkan dirinya” kataku dalam hati.
Perlahan mata Desy mulai terbuka dan dia tersenyum ketika mendapati aku sedang menatap dirinya.
“Iiihhh…. Kok ngeliatin aku seperti itu sih”
“Nggak, aku cuma heran, kok kamu bisa cantik seprti ini sih”
“Pingin tau rahasianya ?”
“Apa rahasanya ?” tanyaku penasaran
“Rahasianya adalah banyak ML dan sering dapet cairan Penis dari orang yang kita cintai tipa hari. Hehehehe….”
“Dasar kamu ini suka godain aku ya” jawabku sambil menggelitiki pinggangnya.
“Hahaha….. udah dong mas geli tau”
“Habis kamu juga sih. Godain aku terus”
“Iya maaf deh” kata Desy “ Rahasianya aku bisa cantik begini itu ya karena mas Michael. Entah kenapa aku kalau berada didekat mas Michael merasa nyaman banget. Serasa jatuh cinta tiap hari” jelas Desy sambil merapatkan pelukannya di tubuhku.
“Desy, mandi yuk. Sudah sore nih. Nggak enak sama teman-teman” ajakku.
“Yuk” jawab desy
Kami kembali berpakaian dan keluar kamar. Ketika keluar dari kamar, kami disambut kembali oleh sorakan teman-teman. ‘Wah…. Yang baru aja bulan madu udah keluar. Nggak kurang lama nih’ goda beberapa teman kami. Aku dan Desy yang tidak menyangka akan disoraki seperti itu langsung memerah wajahnya dan langsung menuju ke kamar mandi. Dan sejak saat itu kami sudah dikenal sebagai sepasang kekasih

Malam hari aku kembali dapat jatah ronda lagi. Tapi kali ini aku nggak sendirian, aku di temani oleh Andra ketua kelompokku. Tetapi beberapa saat kemudian aku merasa perutku sakit banget dan aku minta supaya Angga jalan duluan.
Aku kembali kebase camp buat PUP. Setelah selesai aku jalan ke depan base camp. Aku melewati ruang tamu yang menjadi temapat istirahat anggota kelompok. Aku sempat melihat Desy yang sepertinya sudah tertidur pulas. Sepertinya dia capek banget setelah menempuh perjalanan panjang dari Surabaya ke sini plus sampai sini bukannya istirahat malah ngelayani nafsuku. Benar-benar wanita yang hebat.
Aku kembali melangkahkan kaiku kearah keluar base camp. Di depan pintu base camp aku bertemu dengan Lina. Lina tersenyum kepadaku.
“Kok kamu masih diluar sih Lin. Ntar masuk angin loh”
“Mich, aku mau ngomong sesuatu sama kamu. Tapi aku nggak mau ngomong disini. Takut nanti teman-teman salah paham sama kamu”
“Terus kamu mau ngomong dimana?”
“Aku mau ngomong sambil kita keluar naik motor aja gimana ?”
“Oke. Aku ambil motor dulu ya” jawabku dan langsung menuju ke tempat parkir motor.
Beberapa saat kemudian kami telah bermotor ria ke arak kota. Dalam perjalanan aku menanyakan kembali tentang apa yang ingin diomongkan.
“Lin, emang kamu mau ngomong apa sih ?”
“Mich, aku sudah ngomong ke Desy tentang hubungan kita”
“Apa !!!”
“Aku sudah bilang ke Desy kalau hubungan kita lebih dari sekedar teman”
“Emangnya kapan kamu mengatakan itu ke Desy”
“Tadi waktu makan malam. Kenapa ? Emangnya kamu takut ya”
“Aku nggak takut. Rencananya aku memang mau ngomongin hal itu besok kok” jawabku berusaha berbohong. Emang benar apa yang dikatakan Lina. Aku nggak berani mengatakan hubunganku dengan Lina kepada Desy. Sebab aku takut dia akan tersakiti kembali seperti dulu lagi.
“Trus gimana tanggapan Desy ?” tanyaku penasaran.
“Dia diam aja tuh”
Aku merasa bersalah terhadap Desy. Aku ternyata tidak lebih baik daripada mantan pacarnya dahulu.
“Mich, kalau semisal kamu harus memilih diantara aku dan Desy, siapa yang akan kamu pilih ?” Tanya Lina kepadaku
“Aku nggak tau Lin. Kalian berdua memiliki kelebihan dan kekurangan. Terus terang aku nggak bisa memilih salah satu dari kalian. Aku tau itu bukanlah sikap gentlemen, tetapi aku ingin kalian berdua jadi pacarku”
“Ya sudah. Kalau begitu kamu sekarang ikut aku ya. Kita pergi ke arah wisata air terjun yuk”
Aku yang masih dalam keadaan bingung bagaimana menjelaskan permasalahan ini kepada Desy, mengikuti aja arah yang diberikan oleh Lina. Aku memacu motorku kearah yang diinginkan Lina dan sampailah aku disebuah hotel bintang 3.
“Lina, ngapain kita disini”
“Mich aku ingin ngerasain kebersamaan kita untuk terakhir kalinya. Setelah ini, kalau memang kamu harus memilih Desy, aku ikhlas ngelepas kamu. Dan memang semuanya itu terjadi karena kesalahanku yang mendesak kamu untuk ML sama aku. Please Mich kabulkan permintaanku”
Aku tidak dapat lagi menolak keinginan Lina.
Sesaat kemudian kami berdua telah berada disebuah kamar hotel yang indah. Aku melepas pakaianku semua dan Lina juga melepas pakaiannya hingga kami berdua telah dalam kondisi telanjang bulat. Aku memeluk tubuh telenjang Lina dari belakang sambil menciumi lehernya dengan penuh perasaan dan nafsu. “Oooohhh….. yeeaahh….. Like that honey…… Uuuuuhhhh….. Mmmmhhhh……” erang lina yang semakin membakar girahku. Ciumanku beralih ke balik balik belakang telinganya dan merambat turun ke lehernya. Lina semakin menggelinjang berusaha melampiaskan kenikmatan yang dirasakan.
Aku turunkan ciumanku kearah dua payudaranya. Aku cium dan remas payudaranya dengan lembut dan sesekali aku meminkan putingnya dengan lidahku. Kadang aku sentil dan kadang kala aku jilat melingkari putingnya.
“Mmmmhhhh…… Michael…… fuck me now honey…… I want your cock in my pussy….. Please….. Fuck me now…..Ooooohhh…..”
Aku memposisikan diriku terlentang di kasur sedangkan Lina merangkak menuju tubuhku. Setelah dirasa pas, maka ditindihnya tubuhku. Tangannya mencari penisku yang telahberdiri tegak siap melaksanakan tugasnya. Setelah mendapatkan penisku, dituntunnya penisku ke arah vaginanya. Setelah dirasa sudah berada pada jalur yang tepat, diturunkan pantatnya, sehingga penisku yang tegak hilang ditelan vaginanya. “Aaaaahhhh……” jerit kami bersamaan ketika merasakan kenikmatan akibat pergesekan kulit kedua alat kelamin kami. Benar-benar sensasi yang luar biasa.
Inilah kelebihan dari Lina. Walaupun aku sudah sering bercinta dengan dia tetapi rasanya ada sesuatu yang baru yang aku rasakan. Sesuatu sensasi kenikmatan seksual yang tak pernah sama setiap kali ML dengan dia.
Beberapa menit kemudian Lina mulai menggerakkan pinggulnya memutar, sehingga membuat penisku serasa dipuntir-puntir. “Uuuuhhhh….. Lina….. Terus sayang….. kamu memang hebat….. Oooohhh…. Yeah…… Aaaahhh…..”
Semakin lama gerakan pinggul Lina mekain cepat dan tidak beraturan. Kadang memutar, kadang naik turun, kadang juga maju-mundur kiri-kanan. “Uuuuuhhhh……. Sssshhhhh…… Aaaaahhhh…… Mich……. Aku……. Keluaaaaar……. Aaaahhh…..” jerit Lina ketika mendapatkan orgasmenya yang pertama. Aku yang belum mendapatkan orgasmeku membalik tubuh Lina dan menunggingkannya, sehingga kini pantat Lina yang montok menghadap ke arahku. Tanpa peringatan, langsung aku tusuk vaginanya dari belakang. “Aaaaahhhhh…… Mich….. Pelan-pelan….. Ooouuuhhhh…..” jerit Lina terkejut akibat tusukanku yang mendadak.
Aku memompa vagina Lina dengan semangat ’45. maju-mundur, kadang aku gerakan memutar sehingga serasa penisku menjelajahi setiap bagian vaginanya.
“Oooouuuuwwww….. Yeeeaah….. Mich….. I like that….. Yeeeeaaahh….. Fuck me honey…. Uuuuhhh….. Im your bitch now….. Mmmmmhhhhh…… Harder….. harder…. Yeaaaaahhh…… oooohhhh….. Fuck……..Aaaahhhh….” jerit Lina dengan kata-kata yang mulai nggak jelas.
“Oooohhhh…… Lina….. enak kan sayang…..Uuuuuhhhh……..”
“Iya Mich……. Enak banget……. I like your cock in my pussy……. Lebih cepat lagi sayang……. Oooohhhh…..”
Setelah kurang lebih 10 menit kemudian Lina menjerit “ Miiiicchh….. I’m coming….. Aaaaahhhh…….”
Lina mencapai puncak orgasme kembali.
“Wow kamu hebat sayang. Aku sudah dua kali orgasme tapi kamu masih belum” Puji Lina.
Aku menyodorkan penis ku ke muka Lina. Dan tanpa diminta Lina sudah tau apa yang aku inginkan. Di lahapnya penisku dengan penuh nafsu yang membara. Disedotnya kuat-kuat penisku sampai aku merem-melek merasakan kenikmatan. Dengan kecepatan penuh tangan serta mulutnya mengulum serta mengocok penisku sampai akhirnya “Linaaaa…. Aku….. Keluaaaarrrrr……. Aaaaahhhh……..” croooott….. croootttt…….. crooooot. Spermaku berhamburan kedalam mulutnya.
“Oooohhh…. Enak banget. Terima kasih sayang “
“ Mich istirahat sebentar ya, nanti aku minta lagi”
“Terserah kamu sayang”
Aku merebahkan diriku disamping kanan Lina. Aku membelai rambutnya dan mengecup keningnya. Rasanya aku benar-benar jatuh cinta kepadanya.
Setelah beristirahat kurang lebih 10 menit, tangan Lina mulai memegang penisku dan mengocoknya. “Aaaaahhhh……” erangku merasakan kenikmatan akibat tangan Lina.
Aku mencium bibir Lina, sedangkan tanganku langsung bekerja kearah payudara dan vaginanya. Penisku yang tadinya sedikit lemas, kembali tegak berdiri.
“Kamu benar-benar hebat ya Mich. Penismu benar-benar membuat aku ketagihan” puji Lina. Kemudian Lina mulai mengulum penisku dengan sangat erotis. Pertama dia kulum kepala penisku dengan gerakan naik turun sementara lidahnya bergerak melingkar di seluruh permukaan kepala penisku dan tak lupa sedotannya yang kuat sehingga membuat benar-benar serasa melayang ke surga kenikmatan dunia. Setelah puas dengan kepala penisku, mulutnya turun menguluim seluruh batang penisku sampai aku merasakan penisku menyentuh tenggorokannya. Sementara itu tanganku memegang kepalanya dan membantu untuk menggerakan kepalanya maju mundur sambil tidak lupa aku remas rambutnya setiap penis ku menghantam tenggorokannya. Benar-benar membuatku tak tahan menahan gairah. Sekitar 3 menit mkemudian aku merasakan akan mencapai orgasme. Tetapi aku tak akan membiarkan hal itu terjadi. Segera aku tarik kepala Lina, sehingga penisku keluar dari mulutnya. Aku baringkan Lina di ranjang sementara kepalaku langsung mengarah kearah vaginanya.
Aku buka kedua pahanya dan aku turunkan kepalaku dan mulai menjilat vaginannya juga clitnya.
“Mmmmhhh….Sssshhh…… Ooooouuuwwww…… enak Mich. Hhhhhmmmm…… Yeeeaaahh….. Aaaahhh…..” Erang Lina merasakan kenikmatan.
Aku memasukan 2 jari ku ke dalam vagina Lina dan mulai menggerakkannya keluar masuk vagina Lina.
“Oooouuuuwwww…… Yeeeaahh……. Shiiiit…… It’s feel so good…….. Oooohhhhhh…… Miiiiich…… masukan penismu sekarang…… Uuuuuhhhhh….. jangan siksa aku lagi Mich……. Please……. Take your cock inside my pussy now…….” Jerit Lina semakin menjadi.
Aku memposisikan penis berada tepat di depan lubang vaginanya dan mulai memasukannya sedikit demi sedikit ke dalam vaginanya. “Oooohhhh……” erang kami berdua.
Aku mulai mengagahinya dengan kecepatan tinggi. Hal ini membuat Lina mengerang-erang nikmat “ Oooohhh… yeeaah…. Fuck me harder….. harder….. Yeeaaahh…. I like your cock……Aaaahhh……”
Setelah kurang lebih 10 menit, aku angkat tubuh Lina, sehingga kini Lina dalam posisi berada di pangkuanku.
Lina mulai mnggerakkan pinggulnya naik turun, kadang berputar yang membuatku tak dapat menahan gelombang orgasme yang telah menunggu diujung penis untuk segera diluncurkan keluar.
“Linaaaa….. Aku… keluar….. Aaaaahhhh…..”
“Aku….. Juga….. Sayang……. Aaaahhhh…..” Croooott……crooooott….. crooooot…..
Bersamaan kami mengeluarkan cairan orgasme dan sama-sama terkulai lemas di ranjang hotel.
Kembali kami beristirahat dan beberapa saat kemudian kembali kami memacu nafsu kami bersama mencapai puncak kepuasan hingga tak terasa waktu telah menunjukan jam 02.00 WIB. Dan kami Check out dari penginapan tersebut untuk kembali ke base camp.
Siang hari yang tenang, karena aku tidak ada kegiatan hari ini. Sebab semua rencana untuk KKN telah selesai. Hanya tinggal menyiapkan hasil olahan yang akan dipamerkan pada besok pagi di sebuah pantai dekat desa KKN. Disana semua hasil olahan makanan ataupun teknologi yang diadakan kampus akan dilombakan.
Aku yang tidak biasanya bangun siang langsung mendapatkan sambutan tepuk tangan dari teman-teman. “Wah……. nggak biasanya nih bangun siang. Pasti hari ini nanti hujan deras deh” begitu ledek beberapa temanku.
Mau bagaimana lagi aku baru tidur jam 4 pagi setelah ngberonda dihotel dengan Lina. Dan sekarang sudah jam 11.00 WIB. Aku melangkah ke kamar mandi untuk segera mandi dan berbelanja beberapa kebutuhan kelompok. Sesampainya di dapur — sesaat akan menuju kamar mandi — aku bertemu dengan Desy. Aku mendekatinya sambil menyapanya, “Met siang sayang” sapaku sambil mencium pipinya. Desy hany tersenyum kepadaku kemudian berlalu dari hadapanku dan keluar dari dapur. Ada apa dengan Desy, nggak biasanya dia lesu begitu. Sesaat aku ingat tentang apa yang dikatakan Lina kepadaku tentang apa yang diakatakannya kepada desy tentang hubungan kami. Aku bisa mengerti kekusutan wajah Desy hari ini, dan aku nggak mungkin lari lagi. Aku harus menjelaskannya kepada Desy. Aku buru-burur mandi agar badanku segar dan langsung menemui Desy.
“Desy kamu bisa ikut aku sebentar ke kota. Aku mau belanja dan ada yang ingin aku katakan sama kamu”
Desy hanya menjawab dengan anggukan lemah
Kami berangkat kearah kota, tetapi aku mengarahkan motorku kearah deretan hotel dan losmen dekat obyek wisata.
Aku langsung check in dan Desy hanya diam saja. Aku merasa bersalah dengan dia dan hari ini aku ingin menjelaskan semuanya kepada dia.
Sesampainya di kamar hotel tersebut aku mulai membuka pembicaraan.
“Desy ada yang ingin aku katakana ke kamu”
“Nggak usah dikatakan juga aku sudah tau” jawan desy
Aku sangat terkejut mendengar jawabannya tersebut. Tetapi aku tetap ingin menjelaskan kepadanya.
“Walaupun kamu sudah tau, tetapi aku ingin menjelaskan…”
“Nggak perlu kok. Aku tau kalau mas Michael lebih memilih Lina. Soalnya dia kan Cantik, sexy, lebh pengalaman dari aku. Mas Michael pasti lebih merasa puas ML sama Lina”
Aku yang mendengar penjelasannya jadi bengong sendiri. Nggak mengerti apa yang dia bicarakan
“Tunggu dulu Desy. Aku nggak mau ngomong begitu kok. Terus terang apa yang kamu katakana itu benar. Lina itu cantik, sexy, lebih pengalaman. Tetapi kamu juga mempunyai kelebihan yang aku sukai. Aku mau mengatakan aku belum bisa memilih diantara kalian. Kalian adalah wanita yang aku cintai. Lina adalah Wanita pertama yang memperkenalkan aku kepada kenikmatan sex, sedangkan kamu adalah wanita yang membangkitkan kepercayaan diriku akan hubungan sex. Kalian berdua sangat berarti bagiku. Aku tau itu adalah sikap yang tidak gentle, tetapi terus terang aja aku tidak tau bagaiman jadinya jika salah satu dari kalian tidak ada disisiku.”
Desy hanya diam mendengar penjelasanku.
“Aku mencintaimu Desy. Sangat mencintaimu” sambungku kemudian. Aku menegcup pipi dan dahinya dengan lembut. Aku tarik kepalanya kedalam pelukanku. Sesaat aku merasakan dadaku mulai basah dan saat aku periksa, aku melihat air mata keluar dari kedua bola mata Desy.
“Maafin aku Desy. Aku nggak bermaksud untuk melukaimu. Aku benar-benar merasa malu akan diriku sendiri yang tidak bisa menahan nafsuku”
“Desy juga mas. Seandainya Desy lebih perhatian ke mas Michael, mungkin mas nggak akan seperti ini”
Aku semakin terhanyut akan keharuan ini. Dan tanpa sadar aku telah mencium bibir Desy dengan lembut.
Desy menyambut ciumanku dengan tak kalah romantisnya.
Semakin lama semakim kami larut dalam ciuman yang hangat dan engan penuh kasih sayang. Aku mulai meraba payudara Desy yang masih terhalang kaosnya. Desy membalas dengan mulai mengusap penisku dari balik celanaku.
Sesaat kemudian —- entah siapa yang memulai —- kami kini dalam kondisi telanjang tanpa ada kain yang menutupi tubuh kami.
Aku semakin bernafsu setelah melihat tubuh Desy yang menggairahkan tersebut. Aku ciumi bibir, pipi, balik telinga,dan leher jenjangnya.
“Mmmmmhh……. Mas nikmat banget” Erang Desy
Aku melanjutkan eksplorasi lidahku kearah payudaranya yang ranum. Aku ciumi payudaranya hingga meninggalkan bekas merah di kedua payudaranya. Putingnya aku mainkan dengan jarei-jariku dan juga lidahku. Aku punter putingnya seperti mencari gelombang radio, kadang-kadang aku tarik. Sementara dengan mulutku aku mulai kecupi putingnya dan aku jilati pula putingnya dengan lidahku mengitari putingnya.
“Aaaaahhh…… Uuuuuhhhh……Sssshhhh…… Aaaaaahhh……” erang Desy membahana ke seluruh ruang.
Aku yang sudah horny langsung mengarahkan penisku kea rah mulutnya sedangkan kini mulutku berada di belahan vaginanya. Kami saling merangsang alat kelamin kami dengan sangat bernafsu. Desy memasukan penisku jauh kedalam mulutnya. Bahkan aku merasa kalau batang penisku menyentuh dinding tenggorokannya. Sedangkan aku juga memasukan jari tengah dan jari telunjukku jauh kedalam vagina hingga sampai jariku hilang ditelan vaginannya. “Mas….. entot aku sekarang mas…. Uuuuhhhh…. Aku ingin penis mas Michael….. Aaaaahhhh…….”
Aku tidak perlu menunggu permintaan keduanya. Langsung aku balikan badannya sehingga Desy berada diatas tubuhku. Diarahkannya vaginanya tepat diatas penisku. Setelah dirasa pas, Desy menurunkan pantatnya sehingga penisku menhujam vaginannya jauh keedalam vaginanya. Digerakkan pantatnya naik-turun, maju-mundur. Terkadang memutar.
“Oooohhh…… Sayang…… Enak sayang…… Aaaaahhh……” erangku merasakan kenikmatan yang tiada duanya.
Semakin lama gerakan Desy semakin cepat dan tak terkencali lagi yang membuatku tidak tahan menahan orgasmeku. Dan setelah kurang lebih 15 menit kemudian, “Desy….. aku…. Mau…. Keluaaaarrrr……Aaaaahhhh……”
“Aku….. juga….. mas….. Aaaaahhhh…….” Crooott…… croooot….. crrooooottt…..
Kami orgasme bersamaan. Kami berpelukan dengan eratnya seakan kami tidak ingin berpisah. Setelah kami dapat mengatur nafas kami berdua kami berpakaian kembali dan segera check out untuk segera mebeli keperluan kelompok dan kembali ke base camp….

Sesampainya di base camp. Aku mulai sibuk menyioapkan bahan-bahan yang akan diolah untuk persiapan besok pagi. Selama berada di base camp, hubunganku dengan kedua gadis yang aku cintai biasa saja. Bahkan mereka cenderung berusaha menghindari diriku. Hal ini bias aku terima karena aku sadar bahwa mungkin mereka menganggap aku adalah laki-laki brengsek. Laki-laki yang mau tidur dengan cewek mana aja.
Malam hari aku lalui dengan kesedihan dan penyesalan yang mendalam. Benar-benar malam yang sunyi dan sepi. Sesunyi dan sesepi hidupku.

Sang fajar telah bangkit diufuk timur menandakan hari telah pagi beranjak siang. Pukul 08.00 WIB kami sekelompok sudah berada disebuah mobil pick up bak terbuka, untuk menuju kesebuah pantai dekat dengan desa kami KKN. Sepanjang perjalanan aku hanya berdiam diri sementara banyak teman-teman bercanda bersama begitu juga Desy dan Lina. Mereka tampak berbaur dengan teman-teman yang lain. Walaupun aku tau bahwa hati mereka sedang sedih. Andra sang ketua kelompok yang menyadari keadaanku yang tidak biasa tersebut menghampiriku dan duduk di sebelahku.
“Kamu kenapa Mich? Kok kayaknya kurang bersemangat begitu. Kurang dapat jatah dari desy ya. Sabar aja MIch. Setelah acara ini kau boleh ngelampiasin semua ke Desy. Oke”
goda Andra berusaha menghiburku. Aku hanya menanggapinya dengan senyuman.
Sesampai di pantai kami langsung menggelar hasil olahan kami ditempat yang telah disediakan oleh panitia. Setelah menggelar hasil olahan kami, aku langsung memisahkan diri dari rombongan untuk menuju ke sebuah tempat yang sedikit jauh dari tempat acara.
Entah apa yang terjadi dengan diriku. Hari ini aku begitu malas untuk mengikuti semua rangkaian acara yang sudah dipersiapkan oleh panitia.
Aku cendurung lebih baik menyendiri seperti yang aku lakukan saat ini. Apakah aku patah hati? Mungkin juga. Semua wanita yang aku cintai telah menjauhiku. Hati ini benar-benar terasa hampa dan tanpa sadar aku tertidur di bawah pohon kelapa. Sampai kau tersadar ketika HP-ku berbunyi. Telpon dari Andra yang sedang mencariku yang memberitaukanku bahwa kelompok mau pulang karena acaranya sudah selesai. Aku berlari menuju mobil yang kami sewa tersebut karena takut di tinggal. Sesampainya di aku disambut oleh kelompok dengan penuh suka cita, sebab ternyata hasil olahan ku mendapat JUARA II. Aku yang sedari tadi sedikit murung menjadi senang dan bahagia mendengar berita itu.
Sesampainya dibase camp aku langsung menggelar syukuran bersama dengan bapak-ibu pemilik rumah sebagai tanda terima kasih karena sudah diperbolehkan menggunakan dapurnya selama ini. Setelah acara syukuran, aku mulai berkeliling ke warga sekitar base camp untuk memberikan kue syukuran. Tetapi ditengah jalan HP-ku berbunyi. Dan ketika aku lihat, ternyata SMS dari Desy. ‘Mas aku tunggu di hotel, tempat kita terakhir bertemu sekarang. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan menyangkut hubungan kita’ demikian SMS dari Desy. Aku langsung meminta ijin kepada Andra untuk pergi keluar karena ada keperluan dan Andra mengijinkan. Aku segera mengambil sepeda pancal milik bapak pemilik rumah menuju ke hotel yang dikatakan oleh Desy. Dengan berbgai macam pikiran. Apa yang mau dikatakn Desy. Dia maafin aku atau dia malah mau minta putus.

Pukul 15.30 WIB. Aku telah sampai di depan hotel yang dikatakan Desy. Dan saat aku masuk kedalam loby, aku menemukan Desy sedang duduk disebuah sofa sambil membaca majalah.
“Hai Desy. Ada apa?”
“Eh, mas sudah sampai “ jawabnya datar.
“Aku ada yang mau aku omongin, tapi nggak bisa disini. Aku tadi sudah check in. Sekarang kita ke kamar yuk” Ajak Des. Aku yang masih penasaran mengikutinya ke sebuah kamar yang telah dipesan oleh Desy. Dan saat aku membuka pintu kamar dan masuk kedalam, aku terkejut karena di dalam kamar tersebut aku melihat Lina yang sedang menonton TV sambil berbaring di ranjang.
“Apa maksud dari Desy ini? Ini kah saatnya aku harus memilih satu dari kedua gadis ini? Aku belum siap. Sungguh-sungguh belum siap” Batinku.
“Mas kalau semisal harus memilih satu diantara kami, mana yang mas pilih? Kami akan menerima keputusan mas apa adanya”
“Desy, Lina, terus terang aku sulit jika harus memilih satu diantara kalian berdua. Kalian berdua adalah gadis yang memberikan kehidupan baru bagiku. Aku tidak bias memilih satu diantara kalian. Sebab jika kau memilih salah satu dari kalian, maka aku kan merasa bersalah dengan yang satunya. Dan aku tidak ingin menjalin hubungan dengan wanita dimana akau masih merasa bersalah terhadap wanita lain. Tapi jika kalian mendesak maka aku memilih untuk tidak memilih siapapun dan aku akan kembali ke base camp sekarang juga.” Jelasku kepada kedua gadis yang aku cintai ini.
“Jadi kamu nggak akan memilih salah satu dari kami?” Tanya Lina.
“Iya, itu kalau kalian mendesak aku untuk memilih”
“Kalau kami tidak mendesak. Apa yang kau lakukan?” Tanya Lina kembali
“Aku nggak tau”
“Aku tau apa yang harus mas Michael lakukan” potong Desy. “Mas Michael harus bisa puasin kami berdua di ranjang ” sambung Desy dengan wajah tersenyum kearahku.
Aku yang mendengar perkataan Desy terkejut. “Maksud kamu…”
“Kami sudah bicara masalah ini Mich. Sebenarnya sudah lama banget. Sudah sebelum Desy pulang ke Surabaya”
“Ya kami memutuskan untuk menjadi pacar Mas Michael asal mas Michael bisa adil terhadap kami berdua” jelas Desy
“Jadi kalian sudah memutuskan itu jauh-jauh sebelumnya ?” tanyaku heran
“Iya Mich, maaf ya kalau kami udah ngerjain kamu selama ini”
“Iya mas, maafin kami ya. Kami kemarin itu cuma acting buat nguji seberapa besar cintanya mas Michael ke kami berdua. Dan ternyata mas Michael benar-benar sayang dan cinta kami berdua”
Aku hanya tertawa mendengar penjelasan mereaka. ‘Sialan kena deh dikerjain’
“Kalian ini memang kurang ajar ya. Berani-berani ngerjain aku. Kalian harus dihukum”
“Dihukum….. “ jerit mereka bersamaan.
“Ya dihukum. Dan hukumannya adalah kalian tidak akan pulang sampai besok pagi. Kalian harus ngelayani aku sampai pagi”
“Haaaa….. Sampai pagi” jawab mereka bersamaan kembali.
“Iya, itu sebagai hukuman karena selama ini kalai berdua udah bikin aku stress”
Aku langsung memluk Desy yang berada disebelahku sementara Lina berlari memeluku dari belakang. Kemudian aku didorong kedua gadis ini keranjang hotel dan mereka mulai melepas pakaian mereka. “Mimpi apa aku semalam, aku bisa mendapatkan kedua gadis ini”
Setelah pakaian mereka terlepas mereka dengan buas mulai melepas pakaianku satu persatu, sehingga kini kami bertiga telah dalam keadaan bugil 100%. Desy langsung menyambar bibirku dan menciumnya dengan penuh nafsu, sementara Lina mulai menjilati putingku, sedangkan tangan Lina dan Desy bersama mengocok penisku naik turun. Wow benar-benar nikmat
Tanganku tidak mau tinggal diam. Tangan kananku meremas payudara Desy dan tangan kiriku meremas payudara Lina . Lina mulai menjilati dan mengulum penis ku sementara Desy duduk diatas wajahku. Aku menjilati vagian Desy dengan penuh nafsu kebahagiaan. “Oooohhhhh…… mas…… jilati vaginaku……. Iyaaa….. Uuuuuhhh…..” beberapa saat kemudian giliran Lina yang aku oral vagina sedangkan Desy mulai mengoral penisku.
“Mmmmmhhhhh….. Mich…… Enak……. Sssshhh….. Ooouuhhhh……”
Setelah aku rasa cukup aku memposisikan Desy terlentang dan Lina nungging diatasnya. Aku mengarahkan penisku ke vagina Desy terlebih dahulu. Setelah pas aku mulai dorong pinggulku untuk menghujamkan penisku kedalam vaginanya, sementara tangan kananku meremas payudara Lina dan tyangan kiriku memainkan clit Lina.
“Oooohhhhh…… Uuuuuhhhhh….. Aaaaaahhhhh…..” Suara desahan kami bertiga membahan keseluruh ruangan. Sekitar 3 menit aku ganti menghujamkan penisku kedalam vagina Lina dan mengalihkan tangan kiriku ke vagian Desy. Aku masukan jri telunjuk dan jari tengahku kedalam vagina desy dan mengocoknya seirama dengan gerakan keluar-masuk penisku di vagina Lina.
“Uuuuhhh….. mas…… enak banget……. Nggak penis nggak tangan. Semuanya enak…. Aaaahhhh…..”
“Iya Desy….. Michael emang hebat……. Uuuuuhhhh……. Penisnya bingin kangen……. Aaaahhhh……”
Aku yang mendengar desahan mereka semakin keranjingan. Dan setiap 3 menit aku gilir tangan dan penisku ke kedua vagian gadis yang sangat aku cintai. Dan sekitar 20 menit kemudian, “Mmmmhhh….. mas….. Aku….. nggka tahan lagi…… Uuuuhhhhh…. Aku keluar mas…… Aaaaahhhhh……” Desy mengawali orgasme yang pertama, dan sesaat kemudian, “ Mich….. aku….. juga….. Keluaaaaarrr….. Aaaaahhhh……”menyusul orgasme dari Lina.
Aku yang belum keluar mengarahkan penisku ke payudara Desy dan mulai menggesekannya ke belahan payudara Desy dan Lina secara bergantian.
“Ooooohhhhh…… Payudara kalian berdua emang nikmat banget. Akuu…. Nggak…. Tahan…..Aaaahhhh….” Crooottt……. Croooottt….. crrooott…… Aku menyemprotkan cairan spermaku di payudara Lina dan Desy. Sungguh kenikmatan yang tiada duanya. Tubuhku langsung lemas dan ambruk diantara kedua gadis cantik yang aku cintai. Hari ini aku merasa seperti raja minyak dari Arab yang sedang didampingi oleh para pelayannya.
Malam itu kami lakuan kembali dari pukul 21.00 WIB sampai pukul 03.00 WIB dan scorenya Aku : Desy : Lina adalah 4 : 7 : 6. Aku benar-benar dibuat lemas tak berdaya. Dan setelah pertempuran yang melelahkan itu kami bertiga tertidur dengan berbugil ria.

Pukul 07.00 WIB HP-ku berdering. Aku dengan malas mengambil HP dan mengangkat telpon yang ternyata dari Andra.
“Halo”
“Mich kamu dimana ? ini bus-nya udah dating kamu nggak ikut balik ke Surabaya ?”
“Hah, yang benar, iya aku segera meluncur kesana”
“Ya udah aku tunggu. Oya kamu tau Desy sama Lina nggak ? “
“Iya, mereka di taman wisata kemari dan nginep di hotel, kenapa?” jawabku berbohong.
“Aku tadi telpon mereka tapi nggak nyambung. Kayaknya HP mereka di matiin. Tolong kamu beritau mereka ya. Jam 09.00 Wib bus berangkat. Kalau nggak dating ditinggal”
“Oke Boss”
Aku langsung membangunkan Kedua bidadariku untuk segera mandi. Untuk segera kembali ke base camp. Karena waktu yang ada Cuma sedikit, akhirnya kami bertiga mandi bersama. Sebenarnya ada keinginan untuk Ml di kamar mandi, tapi waktu tidak memungkinkan. Setelah selesai mandi kami langsung menuju ke base camp. Dan sesampainya di base camp kami sekelompok pamit kepada bapak-ibu pemilik rumah serta warga sekitar dan kami langsung menuju ke bus untuk kembali ke Surabaya. Di bus aku ambil tempat duduk yang untuk bertiga sehingga aku dan kedua bidadariku bis duduk bersama. Desy duduk di dekat jendla, aku ditengah dan Lina di pinggir. Selam perjalanan yang memakan waktu 6 jam aku Desy dan Lina seringkali bercanda. Sementara teman-teman merasa aneh dengan tingkah laku-ku yang berubah 1800.
Aku juga merasa ada perubahan didalam tubuhku yaitu aku yang tadinya tidak mengerti apa-apa tentang seks sekarang aku menjadi pria yang kaya akan pengetahuan tentang sex, bahkan aku memiliki dua orang wanita yang cantik dan sexy sebagai kekasihku. Dan hal ini berlangsung hingga saat ini. Bila desy sibuk atau lagi dapet tamu bulanan aku bias me;ampiaskan nafsuku ke Lina begitu juga sebaliknya. Dan tentu saja semua itu sepengetahuan kedua belah pihak.