Ohhh, Melatiku - 2

Bookmark and Share
Aku berbaring di sampingnya dan kutarik kepalanya serta kucim bibirnya dengan lembut, kini lidahku menari bukan di liang vaginanya lagi tapi di dalam mulutnya, semantara tanganku meremas buah dadanya perlahan, kurebahkan Melati ke sisiku. kini ganti kujilati daerah sekitar dadanya dan perlahan puntingnya kuhisap keras. Tak lupa tanganku mengelus-elus vaginanya yang dari tadi sudah membasah. Perlahan kubalikkan tubuh Melati, Kutarik pinggannya hingga posisinya menunging. Aku arahkan batang kemaluanku kevaginanya yang sudah basah dan memerah, kudengar Melati semakin mengerang.

"Aacchh.. cepaat sayankk aku sudah nggak tahan pleassee.." pintanya..

Kumainkan sebentar batang kemaluanku ke ke sekitar vaginanya dan bleess..

"Oohh nikmat sekali," kurasakan vaginanya menjepit batang kemaluanku.

Kemudian kugoyangkan perlahan, dan tangganku pun tidak tinggal diam kuremas-remas buah dadanya yang mengantung, sementara genjotan di lubang vaginanya terus berlanjut, tubuh Melati ikut bergoyang menikmati sodokan batang kemaluanku.
Semakin lama semakin mengeras, nafsuku semakin memuncak mendengar teriakan dan desahan Melati.

"Aagghh.., yess..", Melati mengeraang..

Semakin keras aku menyodokkan batang kemaluanku ke lubang vaginanya semakin Melati menikmatinya, dan pantanya semakin menungging seakan meminta semakin liar aku menyodoknya. Tak kusiakan, kusodok lagi lebih keras batang kemaluanku hingga tak kusangka Melati mengerang.

"Sayang.. aku mau.." kurasakan tubuhnya makin mengencang mengikuti sodokanku..
"Saa.. yaang.."
"Tunggu ya Melati aku juga mau.."

Sodokanku semakin bertambah cepat dan liar aku semakin ganas hinga tanganku menahan erat pinggangnya agar bisa dengan mudah mengikuti irama sodokan kemaluanku. Kutekan sedalam-dalamnya batang kemaluanku agar aku bisa menumpahkan di tempat yang terdalam.

"Melati.., aakuu ke.. lu.. aar.."

Melati tak kuat menahan semburan birahiku hingga Melati pun mendesah, "Aku Juga ke.. lu.. aarr.." jerit Melati sambil mencengkeram sprei..

Kurasakan cairan kenikmatanku menyembur di vaginanya bersamaan dengan denyutan di dalam liang vaginanya. Benar-benar nikmat tak terkira. Kami berdua sama-sama tergeletak lemas di kasur, kukecup keningnya dengan lembut sambil berucap, "Terima kasih Melatii.. kamu sungguh hebat".

Dibalasnya kecupanku oleh Melati, sunyi menyelimuti kami beberapa saat hingga kami tertidur. Melati masih tertidur dalam pelukanku, kupandangi wajahnya..

*****

"Selamat sore Melati" Ucapku saat ia membuka matanya, sambil kuberikan kecupan lembut di bibirnya.
"Enak ya tidurnya?" tanyaku sambil memeluk lebih erat tubuhnya.
"Iyaa.., sayang palagi abis 2 kali main sama kamu" Ucap Melati
"Kita mandi Yuk?, sekarang kan sudah jam 6 sore, abis itu kita cari makan" ajakku..
"Yuuk.. tapi aku di mandi'in yaa.." jawab Melati..
"Duhh cepetnya klo diajak mandi" sambungku..

Kami berdua beranjak menuju kamar mandi, aku ke bawah shower dulu, setelah suhu air tepat aku ajak Melati medekatku.
Dibawah kucuran sower kucium bibirnya dengan perlahan tangankupun tidak tinggal diam, kuusap dada Melati saat menyabuninya, perutnya dan daerah kewanitaannya, aku ingin main sambil mandi. Setelah aku menyabuni tubuh Melati, ganti Melati menyabuni tubuhku, disabuninya tubuhku sampai akhirnya Melati menyabuni batang kemaluanku yang mulai membesar, dan di remas-remasnya batang kemaluanku.

Tak kusia-siakan kesempatan ini kudekatkan bibirku ke bibir Melati dan kulumatnya, sambil kudorong dia di tembok. Belum kami bersihkan sabun di badan kami sehingga membuat badan licin. Kuremas - remas buah dadanya dengan kencang, sementara batang kemaluanku semakin keras berdiri. masih di bawah sower kami bersihkan sabun yang ada di tubuhku, kemudian di tariknya tubuhku menjauh dari sower, dan tiba-tiba Melati berlutut di depan batang kemaluanku dan mengelus-elus.

"Minta lagi ya sayang.." ucap Melati, seakan mengerti keinginanku, kemudian di jilatinya perlahan dan di masukkan dalam mulutnya, dikulumnya halus sambil mengelus-elus ke buah zakarku.
"Aagghh.. terus Melati.." Ucapku merintih kenikmatan.

Melati terus mengisap dan membuat batang kemaluanku makin membesar dan tegang. Puas dengan isapannya Melati berdiri di depanku dan besandar di tembok, Mulut kami saling melumat kembali lidahku menari-nari didalam mulutnya, dibalasnya lidahku dengan nakalnya. Tangannya melingkar di bahuku, sementara tanganku mengarahkan batang kemaluanku dan memasuk kan batang kemaluanku ke liang vaginanya.

"Aagghh.." Melati mengerang nikmat.

Sambil masih berdiri ku tekankan batang kemaluanku semakin dalam ke liang vagina Melati, dengan gerakan tarik, tekan, tarik, tekan.

"Sayang.. aagghh" desah Melati.

Kubalik tubuhnya, sekarang Melati menghadap ke tembok, dan kumasukkan lagi batang kemaluanku ke liang vaginanya, semakin kencang dan liar aku menarik dan menekan batang kemaluanku semakin mendesah Melati menikmatinya.

"Sayang enak bangeet" kata Melati sambil tanganya bersandar di tembok.

Gerakanku semakin liar saja menarik dan menekan batang kemaluanku ke liang vagina Melati tanganku pun tidak tinggal diam meremas buah dadanya, semakin dalam aku menekan batang kemaluanku semakin kacau desahan Melati. hingga membuat Melati kembali mencapai puncaknya.

"Sayang.. aku.. mo keluaar.." teriak Melati.
"Bentar kita bersama.. aku juga mo keluar.."
Makin aku kencangkan aja gerakanku semakin liar aku menekan dan menarik tubuhku hingga akhirnya Melati berteriak.., "Aagghh.. nikmat sayang".
Kurasakan semburan cairan kenikmatanku di dalam vaginanya dan serasa vaginanya menyepit batang kemaluanku di dalamnya.
Setelah selesai semburan kenikmatan aku tarik kemaluanku. ku kecup bibirnya dengan lebut sambil berkata, "Terima kasih Melati" Ucapku..

Kami bersihkan lagi tubuh kami berdua di bawah sower dan kemudian kami keluar dari kamar mandi. Jam sudah menunjukan angka 7 kulihat jendela di luar sinar lampu mulai menerangi langit yang gelap sinarnya yang berkilau seperti sinar bintang.

"Ayo kita jalan-jalan sambil cari makan" ajakku pada Melati.

Kami berdua keluar hotel dan mencari makan malam lapar juga perut ini dari siang belum terisi. Jam 9 malam kami masuk ke kamar lagi setelah kami jalan-jalan + makan malam. Kulihat Melati duduk di sofa depan televisi menyaksikan salah satu acara, kuhampiri Melati dan aku duduk di sampingnya, ku peluk erat tubuhnya dan perlahan kulumat bibirnya perlahan, kulihat mata Melati terpejam menikmati lumatan bibirnya dan napasnya mendesah serta sesekali Melati memainkan lidahnya dalam mulutku.
Tak terasa jari lentik Melati mulai bergerak menyusup ke selakanganku sambil mengusap-usap batang kemaluanku dari luar dan perlahan batang kemaluanku mulai tegak berdiri.

Jari-jarinya yang lentik terus mengusap-usap batang kemaluanku, sementara aku mencium dan menjilati telinga dan leher Melati yang mebuat tubuh Melati semakin mengelinjang-gelinjang.

"Oh sayang.. Geli ahh..!"

Kuturunkan bibirku dari dari kuping menelusur leher, sambil tanganku melepas kaos ketat yang di pakainya itu hingga terlihat buah dadanya yang besar, payudara itu terlihat menyembul dari bra yang dipakainya aku buka pengait bra itu dan kulihat puntingnya mengarah ke bibirku.

Tanpa membuang waktu kulumat puting itu dengan gemas, kusedot-sedot dan kujilati putingnya yang merah kehitam-hitaman. Tiba-tiba tangan Melati mebuka celana ku dan sekali sentak Melati langsung mengeluarkan batang kemaluanku. Dengan lembut dan penuh perasaan Melati mulai mengocok batang kemaluanku ke atas ke bawah.

"Aacchh.., Melati.. aacchh.." aku mengerang menikmati seraya terus menjilati dan menyedot puting Melati.
"Melati kita lanjutin di renjang aja ya" ucapku sambil mengangkat tubuhnya yang hanya mengenakan CD mininya.

Aku angkat tubuhnya dan aku baringkan tubuhnya ke ranjang dan kembali aku lumat puting buah dadanya. Tiba-tiba Melati mendorong tubuhku hingga aku terduduk diatas ranjang dan Melati sendiri kemudian berlutut di hadapan selakanganku. Kulihat padangan matanya yang penuh nafsu. Bersamaan dengan itu Melati mulai menjilati kepala batang kemaluanku sambil meremas-remas kedua buah zakarku..

"Aacchh.. oocchh.. Melati!" desahku.

Semakin aku mendesah di buatnya semakin liar dia mejilati dan mengeluar masukkan batang kemaluanku di mulutnya disertai gerakan lidahnya yang mengesek urat bawah kepala kemaluanku. Tangan kiriku kembali meremas buah dadanya dan tangan kanan ku mulai merasuk ke dalam CD nya, kulepas CDnya dan langsung ku raba-raba daerah sekitar vaginanya.

"Mmhh.., mmhh.. Emmhh" rintih Melati, sambil terus mengulum batang kemaluanku ketika kuremas buah dadanya.

Melati semakin memeperkuat sedotanya hingga membuatku mengerang tidak karuan. Tidak mau kalah, kumasukkan jari tanganku ke liang vaginanya, saat jariku menyentuh daging sebesar kacang yang menonjol keluar segera aku gosok klitoris Melati dengan liar.

"Aacchh.., aacchh.." Melati mulai melepas batang kemaluanku dari mulutnya dan berteriak menikmati gosokanku di klitorisnya, hampir 15 menit kami saling mengocok, meremas dan menghisap yang di ikuti dengan gelinjangan dan jeritan jeritan histeris. tiba-tiba Melati menengadahkan wajah dan merintih.

"Sayang aku dah nggak tahaann..!" tanpa menunggu lagi kuangkat tubuh Melati dan kusuruh dia menungging.

Tampak kedua buah dadanya yang besar menggelantung bebas seakan-akan minta di remas-remas. Kubuka kedua kaki putih yang mulus itu lalu kugosok-gosokkan batang kemaluanku ke daerah vaginanya, kulihat vaginanya yang kemerah-merahan sudah basah berair, kudengar Melati semakin merintih tidak tahan. Perlahan kusodokkan batang kemaluanku ke dalam liang vaginanya yang sudah membanjir itu.

"Aacchh.." Melati mengigit bibirnya sambil menikmati batang kemaluanku yang tengah memasuki liang vaginanya.
"Aacchh.., aacchh..," desah Melati menikmati sodokanku.
"Aacchh..!" Jeritnya ketika dengan liar aku semakin menghujamkan batang kemaluanku keluar masuk ke liang vaginanya hingga batang kemaluanku terbenam semuanya di dalam liang vaginanya.

Semakin liar aku menghujamkan batang kemaluanku dengan liar dari arah belakang, lalu kutempelkan perut dan dadaku di punggung dan tangan kananku meremas dan memelintir ke puting buah dada Melati yang semakin menegang itu.

"Ooaacchh.." erangannya keras sekali.

Kulihat Melati menengok kearahku sambil menjulurkan lidahnya. dengan cepat aku lumat lidah itu dan kami pun berciuman dengan posisi Melati menungging. Semakin liar aku menyodokkan batang kemaluanku dantanganku semakin meremas-remas buah dadanya. tangan kanan Melati menjambak rambutku dan mempererat lumatan bibir kami. Tiba-tiba Melati merintih dan mengigit lidahku, Tampak wajahnya mengespresikan kenikmatan yang telah di laluinya sambil dindidng vaginanya berdenyut-denyut mencapai klimaksnya.

Aku berhenti sebentar dan mebalik tubuh Melati, aku pandangi tubuhnya yang sempurna itu. dan kulihat Melati meregangkan kedua kakinya pertanda dia minta di lanjutkan. Kuarahkan Juniorku kedepan bibir vaginanya, emang sengaja tidak langsung aku masukkan dulu, tapi aku buat main-main dengan mengusap-usapkan batang kemaluanku ke vaginanya yang semakin membikin Melati mendesah. Dengan tiba-tiba batang kemaluanku aku masukkan ke liang vaginanya hingga semuanya terbenam di dalam vaginanya.

"Aacchh.. Sayang enakk" sambil menyilangkan kakinya di atas pinggangku.

Aku semakin liar mengoyangkan dan menyodokkan batang kemaluanku diatas tubuh Melati. Aku angkat kedua kaki Melati aku letakkan ke bahuku dan semakin liar aku menyodokkan batang kemaluanku. Semakin cepat aku mengoyangkan tubuhku hingga aku tak bisa mengontrol diriku dengan tiba-tiba aku merasakan kalo batang kemaluanku siap untuk menyemprotkan cairan kenikmatan.

"Melati.. aacchh.. aku mau keluar" erangku disertai sodokan yang semakin liar.
"Keluarin di dalam saja sayang aku juga mau keluar" jawab Melati sambil mengoyang-goyangkan pinggulnya dari bawah.

Tak mau kalah aku pun semakin liar neyodokkan batang kemaluanku hingga tiba-tiba tersemburlah air kenikmatan dari dalam batang kemaluanku di sertai denyutan dari dalam vagina Melati.

"Aacchhkk.." desah dan erangan Melati disertai tarikan tangnya ke rambutku pertanda dia mencapai puncak kenikmatannya.
Setelah berhenti semburanku dan denyutan vagina Melati kujatuhkan tubuhku ke samping tubuh Melati, perlahan dengan sisa tenagaku, kukecup bibirnya dan aku ucapkan, "Terimaksih ya Melatiku" sambil aku remas buah dadanya yang montok itu.

Bersambung . . . .